Sabtu

Harga Kayu Gmelina Arborea

Perkembangan kayu jati putih atau gmelina arborea sangat di lahan utama saat ini cukup baik bertahan. Beberapa pohon di wilayah tersebut ada yang terserang semacam kumbang sehingga daunnya rontok.

Saat ini di usia 3-4 tahun pada lahan utama dengan rata-rata diameter sekitar 18-20 cm.

Estimasi harga kayu gmelina arboera saat ini diperkirakan sebagai berikut :

1. Kayu Gmelina Arborea ( jati Putih) .
2. System Penjualan per m3 ( per kubika meter) Rp 3.500.000.00 ( Tiga juta lima ratus ribu rupiah per 1 kubik) .Bisa Nego
3. Usia Tertanam : 12 tahun.
4. Diameter : 23 cm s/ d 30 cm keatas ( lebih ) .
5. Tinggi Batang : 10 M ( meter) s/ d 12 M ( meter) .

harga kayu gmelina arborea


Persyaratan tebang angkut dari Dinas Kaur :
1. SKAU : Surat keterangan Asal Usul Kayu.
2. Biaya Retribusi :
0 - 19 cm Diameter : Rp 19.200 / m3.
20 cm - 29 cm Diameter : Rp 48.500 / m3.
30 cm - Keatas : Rp 76.400 / m3.
3. Biaya Cek Lokasi : Rp 60.000 / hari / orang.
4. Biaya Dokumen : Rp 125.000 / set.
5. Jumlah pengangkutan kayu per hari tidak di batasi.
6. Masa Berlaku Dokumen : Tergantung jarak tempuh tujuan.

Sebagai referensi lainnya untuk harga kayu gmelina arborea atau jati putih :


Harga Jual Dasar kayu jati putih menurut ketetapan dari Perum Perhutani adalah dari HJD ( Harga Jual Dasar ), Surchange, Fee, TBM. Untuk harga masing – masing daerah bisa jadi berbeda. Untuk mutu kayu pun juga bebeda harga, mulai dari mutu P, mutu D dan mutu T lihat tabel di bawah.

Seiring dengan makin banyaknya manfaat dan kegunaan kayu gmelina arborea di dalam perindustrian kayu, harga log kayu gmelina arborea selalu berubah. Informasi ini dapat sebagai bahan pertimbangan dalam tahap pelaksanaan

Harga kayu gmelina arborea saat ini menurut sepengetahuan dan berdasar dari Perhutani, adalah sebagai berikut :




Panjang
Harga Per m3 ( Dalam Ribuan Rupiah )
Diameter ( cm )
7-9
10-15
16-19
20-29
30-39
40-keatas
MUTU PERTAMA (P)
1,00 – 1,90
-
171
341
503
678
1.086
2,00 – 2,90
-
205
408
604
815
1.302
3,00 keatas
-
237
477
702
949
1.521
MUTU KEDUA (D)
1,00 – 1,90
-
151
299
441
596
955
2,00 – 2,90
-
180
358
531
715
1.148
3,00 keatas
-
210
418
618
835
1.338
MUTU KETIGA (T)
1,00 – 1,90
-
136
272
402
543
867
2,00 – 2,90
-
163
326
483
651
1.043
3,00 keatas
-
190
381
562
818
1.215







Kurang 1,00
76








Selasa

Kunjungan PPL dinas pertanian dan petani binaan


  
Pada tanggal 15 juni 2012 kami kedatangan tamu dari penyuluh pertanian daerah kota/kab Malang termasuk beberapa petani yang terkumpul dalam kelompok tani di wilayah Malang. Kedatangan beliau adalah ingin menyaksikan secara langsung proses penanaman pohon gmelina, belimbing, dan pisang yang sudah dilakukan di daerah asembagoes. selain itu kelompok tani dan para penyuluh tersebut juga dapat mempelajari proses pembuatan pupuk dengan menggunakan degester yang kami bangun di setiap lahan kami.

60 orang rombongan hadir sejak jam 7 pagi ini dimulai dengan pengarahan di ruang pertemuan di lokasi
kami kebun yang berada di pinggir jalan. Selanjutkan dr. Zainal gani menjelaskan tentang sistem yang
dikembangkan di area tersebut, yang kini juga dikenal sebagai "padepokan petani berdasi". Berdasi disini
bukan berarti menggunakan dasi sesungguhnya, tapi pemikiran dan konsep yang diterapkan adalah pertanian
modern.

Penjelasan awal mengenai kondisi alam di asembagus yang potensi sinar mataharinya luar biasa, hingga akhirnya memulai penanaman kayu mindi, yang hasilnya digunakan sebagai ruang pertemuan yang digunakan. Selanjutnya  penanaman gmelina arborea (jati putih) yang melihat dari potensi lokal yang telah dikembangkan masyarakat sekitar. Hingga pengembangan tanaman buah belimbing, yang kini bertahap juga dikembangkan buah pisang.

Kekuatan utama di setiap lahan yang dikembangkan adalah membuat siklus alam, dimulai dari kandang sapi,
bio degester sebagai penghasil rumput, sistem tandon dan pengairan, termasuk degester (sampitank) rumah tangga. Hasil pupuk yang diperoleh bisa langsung dimanfaatkan disekitar tempat tinggal untuk penanaman sayuran, yang hasilnya bisa digunakan sehari-hari. Selain itu dikembangkan juga kolam lele dan ternak kelinci dan ayam.

Para peserta juga berkesempatan masuk ke lahan penanaman di wilayah batu ampar, batu pagar, dan jembatan murti untuk mendapatkan gambaran yang lebih nyata dengan pengalaman langsung. Peserta sangat antusias mengikuti tour ke lahan dengan menggunakan kendaraan pickup yang dilengkapi dengan kursi berbahan kayu gemelina hasil penjarangan.

Seusai keliling kebun, semangat peserta tour semakin membara di sesi tanya jawab. PPL dan rekan-rekan petani sangat antusias bertanya utamanya tentang sistem saptitang serta bio degester yang dapat menghasilkan pupuk. Selain berbiaya rendah, tentu dengan sistem kandang yang baik dapat menghasilkan sapi yang sehat dan berpeluang mendapatkan tambahan pendapatan dari ternak tersebut. Selain dijelaskan cara pembuatan secara mendetail, sistem 4 ruangan dan cara mensuply bahan pupuk dari degester juga langsung didemokan.

Sekitar jam 11.00 akhirnya tour di wilayah asembagus berakhir, dan peserta melanjutkan perjalanan. Semoga kunjungan ke kebun kami dapat memberikan pengetahuan serta inspirasi untuk bisa memanfaatkan potensi alam dengan lebih efisien dan optimal. Apakah rekan-rekan pembaca tertarik?

Serangan wabah?


Kondisi tanaman seringkali susah di prediksi, terlebih di musim hujan asam yang terjadi di bulan februari - maret yang lalu menyebabkan beberapa tanaman terserang semacam virus sehingga kodisi 
daun rontok.


Di beberapa area penanaman seperti jembatan murti ditemukan kasus yang serupa dan menyerang lahan yang usia gmelina arboreanya sudah mencapai 2 tahun. Padahal sebenarnya lahan ini adalah experimen kami dengan menggunakan sistem pengeboran di lokasi penanaman bibit dan diberikan unsur hara yang penuh. Perkembangan yang luar biasa di tahun pertama, akhirnya tidak dapat mempertahankan diri dari hujam asam, dan harapan kami untuk lahan ini kini tinggal 75% saja. 

Kami coba membantu memberikan kapur untuk menanggulangi wabah / virus yang merontokkan daun, dan kemungkinan melakukan pembusukan pada bagian akar. Untuk lahan utama jembatan murti kami coba lokalisasi beberapa tanaman yang nampaknya terserang agar tidak menular ke lahan 3000 meter yang kami tanam.

Lokasi di daerah batu ampar dan batu pagar yang berumur 3 - 4 tahun relatif tahan terhadap serangan virus ini. Beberapa lahan sekitar dan tanaman liar di derah ini juga perlu diwaspadai jika tersedang juga.

Dulu Belimbing, Kini Pisang


Penanaman belimbing ternyata berbiaya tinggi. Setelah panen sekitar 1 tahun lebih secara intensif, ternyata penanaman buah belimbing secara ekonomi kurang menguntungkan. Biaya tinggi akibat pembungkusanatau dikenal dengan brongsong mengakibatkan biaya operasional tenaga kerja dan bahan plastik cukup tinggi.


Selain itu ternyata harga yang dapat diterima di pasar juga tidak stabil. Harga dari petani ketika panen besar bersamaan dengan wilayah lain hanya berkisar Rp2000-4000/kg. Tentunya biaya operasional pengiriman, restribusi pasar, komisi, dan biaya lain membuat keuntungan dari menanam buah belimbing terpangkas.

Akhirnya sekitar 3-4 bulan yang lalu kami mulai memikirkan alternatif pengganti belimbing dengan buah lain.
Dari studi yang dilakukan secara intesif akhirnya kami memilih buah pisang yang dirasa berbiaya tetap lebih rendah. Selain umum dikonsumsi menjadi buah piring sehari-hari, pisang juga dapat dijadikan berbagai olahan turunan seperti keripik, opak, dan makanan ringan lainnya.

Ada berbagai jenis pisang yang saat ini ditanam. Mulai dari pisang candi, pisang agung, pisang susu, hingga pisang kirana.Tentu secara ekonomis, pisang sendiri juga bervariasi harganya. Dari pengalaman kami, 
untuk pisang susu 1 tandan bisa laku hingga lebih dari Rp.100.000. untuk pisang candi bisa mencapai Rp.80.000/tandan.

Untuk pasar juga relatif mudah diterima. Untuk wilayah lokal sudah diterima, bahkan dari beberapa instansi
dan pelabuhan sudah bertahap kami supply.

semoga pisang ini menjadi alternatif penanaman buah, selain harapan dari penanaman kayu jati putih, gmelina
arborea yang terus kami kembangkan.

Gmelina arborea Roxb


Famili : Verbenaceae
Nama lokal/daerah :  Jati putih (Indonesia), gamari, gumadi (India), gamar (Bangladesh),  yemane (Myanmar).

Penyebaran habitat
Menyebar alami di Nepal, India, Pakistan, Bangladesh, Sri Lanka, Myanmar, Thailand, Laos, Kamboja, Vietnam dan Cina Selatan. Di hutan alam jenis ini selalu tersebar dan berkelompok dengan jenis lain. Dijumpai di hutan yang selalu hijau di Myanmar dan Bangladesh, dan hutan kering menggugurkan daun di India Tengah. Sudah ditanam luas di berbagai negara Asia Tenggara termasuk Indonesia, Afrika Barat dan Amerika Selatan.

Pemanfaatan
Terutama sebagai bahan konstruksi ringan dan pulp. Beberapa bagian pohon dapat digunakan untuk obat dan daunnya untuk pakan ternak

Deskripsi botani
Pohon ukuran sedang, tinggi dapat mencapai lebih (30  - 40) m, batang silindris, diameter rata-rata 50 cm kadang-kadang mencapai 140 cm.  Kulit halus atau bersisik, warna coklat muda sampai abu-abu. Ranting halus licin atau berbulu halus. Bunga kuning terang, mengelompok dalam tandan besar  (30-350 bunga per tandan).  Daun bersilang, bergerigi atau bercuping, berbentuk jantung, ukuran 10-25 cm x 5-18 cm.  Bunga sempurna, panjang mencapai lebih 25 mm, berbentuk tabung dengan 5 helai mahkota.  Bunga mekar malam hari. Penyerbukan umumnya dilakukan lebah.

Deskripsi buah dan benih
Buah: berdaging, panjang 20-35 mm, kulit mengkilat, mesokarp lunak, agak manis.
Biji: keras seperti batu, panjang 16-25 mm, permukaan licin, satu ujung bulat, ujung lain runcing. Terdiri dari 4 ruang, jarang dijumpai 5 ruang. Sedikitnya satu ruang berisi benih, jarang dalam satu buah terdiri dari dua biji batu.

Ukuran benih meningkat menurut ukuran biji, yaitu panjang 6-9 mm.  Berat 1.000 butir biji batu sekitar 400 gr. Pembungaan dan pembuahan Berbunga dan berbuah setiap tahun. Di sebaran alami beriklim musim, mulai berbunga pada musim kemarau ketika pohon menggugurkan daun. Di luar sebaran alami beriklim musim,  periode pembungaan dan pembuahan tidak jelas, bunga dan buah terlihat kira-kira sepanjang tahun. Buah masak terjadi 1,5 bulan setelah pembungaan.

Panen buah
Buah umumnya dikumpulkan di lantai hutan. Buah masak yang jatuh mungkin masih hijau, kemudian berubah kuning setelah satu minggu. Sekitar dua minggu, buah menjadi coklat dan setelah tiga minggu menjadi hitam. Pengumpulan lebih baik dilakukan ketika masih hijau atau kuning. Daya kecambah benih dari buah coklat atau hitam sangat rendah.  Karena tidak semua buah jatuh dan masak pada saat yang sama, maka buah dikumpulkan dua kali dalam seminggu selama beberapa bulan pengumpulan.  Sebelum pengumpulan buah, semak dan gulma di lantai hutan dibersihkan.  Produksi buah dipengaruhi umur
tegakan, kondisi ekologis dan tegakan. Produksi benih (biji batu) berkisar 30-170 kg/ha/tahun.

Penanganan dan pemrosesan benih
Pengangkutan buah ke tempat pemrosesan hendaknya dalam keranjang terbuka atau jaring, ja ngan dimasukkan karung plastik.  Untuk mencegah fermentasi, buah segera diangkut ke tempat pembersihan dalam 24 jam, terutama buah yang telah kuning atau coklat.  Hati-hati kerusakan daging buah karena fermentasi dimulai dari buah yang
rusak. Di tempat pemrosesan, buah hendaknya disortasi dalam kelompok yang segera diproses (kuning dan coklat) dan kelompok yang memerlukan pemasakan pasca panen (hijau kekuningan).  

Pemasakan demikian dilakukan di bawah naungan dengan menebar buah setebal 10-15 cm hingga berubah kuning.  Sortasi ini berlangsung 1 minggu. Pengupasan daging buah dalam jumlah kecil dikerjakan secara manual dengan meggosok buah hingga terlepas daging buahnya kemudian dicuci dengan air.  Dalam jumlah besar, menggunakan mesin pengupas kopi. 

Perendaman buah 24 jam sebelum pengupasan akan memudahkan pelepasan daging buah.  Setelah pengupasan, buah ditebar di ayakan kawat kemudian disiram air untuk membersihkan lendir dan daging buah. Sisa daging buah biasanya masih menempel biji setelah pengupasan, sehingga pembersihan lanjutan yaitu secara manual dengan menggosok biji dengan pasir bercampur air atau secara mekanis (juga dengan pasir) menggunakan pengaduk semen. Tahap akhir, biji dicuci dan dijemur (2-3 hari).

Penyimpanan
Benih kering kadar  5-8% yang disimpan dalam suhu 4-5°C dapat bertahan beberapa tahun tanpa ada penurunan daya kecambah. Karena penjemuran sulit menurunkan kadar air di bawah 10%, maka benih hendaknya di oven (35-50°C) untuk penyimpanan jangka panjang. Jika benih akan ditabur dalam periode satu tahun setelah proses penjemuran, maka penyimpanan dalam wadah kedap udara sudah memadai. Untuk menghindari tikus
sebaiknya disimpan dalam wadah logam.

Dormansi dan perlakuan pendahuluan
Benih tidak mengalami dormansi dan tidak memerlukan perlakuan pendahuluan. Sebelum ditabur sebaiknya benih direndam dalam air dingin selama 24 - 48 jam.

Penaburan dan perkecambahan
Benih ditabur pada bedeng tanah atau pasir yang ditutup lapisan tipis tanah atau pasir.  Kecambah gmelina termasuk epigeal (kotiledon terangkat dari permukaan tanah).  Tergantung kondisi awal benih berkecambah, kulit keras akan tertinggal atau terangkat dan benih sisanya masih mungkin berkecambah. Benih umumnya cepat berkecambah dalam jumlah banyak.  Perkecambahan sering lebih 100%, karena dari satu biji tumbuh lebih satu kecambah. Suhu optimal perkecambahan 30  -31°C.  Suhu rendah menurunkan perkecambahan.

Bedeng kecambah diletakkan di bawah matahari, naungan sebagian atau penuh menurunkan daya kecambah. Kecambah selanjutnya disapih di kantong plastik.

Daftar pustaka
Lauridsen, E.B. 1986. Seed leaflet No 6. June 1986.
Gmelina arborea, Linn. Danida Forest Seed CentreHumlebaek, Denmark.
Soerianegara, I. & R.H.M.J. Lemmens (eds), 1994.
Timber trees : Major Commercial Timbers.  Plant resources of South  - East Asia No. 5 (1)  PROSEA Foundation, Bogor. Indonesia.

Kamis

Penyiraman lahan

Salah satu tantangan terbesar dalam penanaman pohon adalah bagaimana melakukan penyiraman secara efektif dan efisien. Tanaman kayu khususnya di kala umur kurang dari 15 bulan, sangat membutuhkan perawatan yang lebih optimal. Khususnya terkait masalah penyiraman harus menjadi fokus utama juga.





Di lahan di asem bagus kami membangun infrastruktur untuk penyiraman ini. Beberapa point penting nya adalah
1. Jalur listrik untuk pompa air
2. Tandon penampungan air
3. Saluran main line dengan pipa PVC
4. Selang air untuk mendekatkan dengan posisi tanam

Selasa

Pertahanan di kala kemarau

Saat ini musim kemarau panjang mulai datang. Untuk lahan dengan usia lebih dari 1 tahun umumnya tanaman akan mampu bertahan. Dalam kondisi seperti ini penyiraman akan lebih difokuskan untuk lahan di wilayah dengan usia tanam masih kurang dalam 1 tahun.




Semoga prediksi akan musim hujan yang akan datang lagi di bulan november - desember dapat membantu kembali menghijaukan lahan ini

Senin

Year Of Forest 2011

Pada kesempatan tahun ini, ternyata PBB telah membukukan tahun 2011 sebagai tahun hutan. Hingga targetnya menjadikan bumi ini menjadi tempat yang lebih nyaman bagi penduduknya.

Kerusakan hutan memang sudah sedemikian parah-nya sehingga menggugah dunia untuk lebih peduli pada alam lingkungan termasuk hutan.



Dikesempatan kali ini UN juga membuka suatu partisipasi bagi semua warga negara untuk ikut menghijaukan bumi. Salah satu event yang diadakan adalah Forest Heroes.
Semoga dengan semakin tingginya kepedulian kita terhadap lingkungan maka dunia ini akan semakin layak dihuni.

Minggu

Belimbing Siap Panen Raya

Setelah musim hujan berlalu beberapa minggu terakhir, maka buah belimbing siap untuk panen raya. Umumnya belimbing akan panen besar setiap 3-4 bulan sekali. Sebenarnya belimbing sendiri tetap panen tiap minggu, tapi volumenya sekitar 50% dibanding panen raya.

Untuk kisaran harga di kebun bagi pedagan berkisar antara 6000 - 7500 tergantung kualitasnya. Untuk pasar supermarket harga jual konsumen bisa sampai 14.000 / kg


Jumat

Pemanfaatan Kayu Penjarangan

Setelah kami melakukan penjarangan kayu gamelin di bulan 6 tahun 2011 ini, hasil panen langsung kita manfaatkan untuk berbagai macam kebutuhan. Beberapa potongan kayu telah kami manfaatkan untuk kebutuhan pembangunan bangunan. Selain itu kami persiapkan juga untuk pembuatan kotak untuk panen belimbing.



dengan memanfaatkan kayu penjarangan 2x2 meter ini banyak sekali nilai tambah yang bisa dilakukan. Selain kita mendapatkan manfaat dari kayu potongannya, tunas dari tanaman gmelina juga siap untuk tumbuh lagi


Selasa

Lele, Sapi, Kelinci, dan Lebah

Wah kebunnya kini sudah penuh dengan berbagai hewan ya. Memang dengan melakukan kombinasi dan konsep recycle, maka ekosistem akan lebih baik dan secara ekonomi juga jauh memberi nilai tambah. yuk kita bahas satu persatu

Lele

Pada dasarnya lele digunakan sebagai tandon penyimpanan air, khususnya di kala musim kemarau. Tandon air bukanlah untuk dikonsumsi, tetapi dimanfaatkan untuk menyiram tanaman. Lele sendiri dapat diberikan tambahan pangan dari kotoran sapi / kotoran kelinci yang telah di fermentasi di bio degester

Sapi

Aha, di limosin sudah melahirkan!! ya salah satu sapi peliharaan di kebun glidik telah menghasilkan keturunan. Memang sapi ini sangat luar biasa untuk dikembangkan. Awalnya kami hanya berharap dapat memperoleh manfaat dari kotorannya untuk dapat diolah menjadi pupuk. Tapi ternyata secara ekonomi kami secara langsung juga dapat melakukan proses penggemukan sapi maupun mendapat nilai ekonomi dari keturunan sapinya :)

Kelinci

Nah ini adalah konsep baru kami. Kelinci adalah salah satu hewan yang pemakan segala, dan sangat cepat menghasilkan keturunan. Kami banyak memiliki produk ampas dari jamu yang kami proses, setelah diuji ternyata ampas jamu tersebut sangat cocok untuk kelinci. Selain semakin sehat, sekali menghasilkan keturunan, kelinci bisa memiliki 10-14 ekor anak lho.....

Lebah

Konsep lebah di kebun adalah sebagai pembantu terjadinya pembuahan pada tananam buah belimbing. Tapi apa dikata, karena kekurangan nektar di bunga belimbing akhirnya lebah pun transmigrasi dan pamit pada kami, sampai jumpa lebah....

Kamis

penjarangan gmelina lahan utama



Terima kasih respon dari sahabat, khususnya melalui facebook.
Respon dan perhatian bagaikan kobaran tenaga baru bagi kami.

Untuk lahan gmelina utama saat ini telah dilakukan penjarangan, hingga saat ini dipertahankan untuk tanaman pada 4 x 4. Akan tetapi dalam 3 bulan tunas baru telah tumbuh hingga rata-rata 1200 mm. Dan ini akan kami coba terus pertahankan dan mengamati perkembangan generasi ke-2 nya.

Untuk penjarangan dilakukan karena penanaman awal 2 x 2, dan pada usia 1,5 tahun diameter telah mencapai 11-13 cm.

Hasil dari penjarangan dapat digunakan untuk pintu garasi, kusen sederhana, bangku, hingga pembuatan box kayu untuk pengiriman buah belimbing

Rabu

Usia tanaman 18 bulan


luar biasa perkembangan gmelina arborea yang ditanam di asembagoes.
kini ketinggian berkisar 7-10 meter dengan keliling antara 26-35 cm

mari terus hijaukan Indonesia

Senin

Tanaman sirsak di kebun gamelina


Ternyata dalam penelitian telah banyak terbukti tanaman sirsak banyak memberi manfaat bagi kesehatan. bahkan daun sirsak dapat digunakan sebagai obat kanker.

Alhamdulillah kami ada beberapa tanaman sirsak yang sangat segar, dan dapat dimanfaatkan mulai dari daun dan buahnya untuk pengobatan.

perkembangan tanaman ini di lahan yang telah diperbaiki kondisi haranya sangat baik dan subur. Bahkan disekitar areal tersebut ditanam 20 jenis sayuran yang dapat dikonsumsi untuk kebutuhan sehari hari.

mari kita manfaatkan areal sekitar dengan tanaman yang bermanfaat

Minggu

kolam lele

Alhamdullah, atensi pembaca blog tentang kolam lele banyak mendapat perhatian dari banyak pengunjung. Beberapa minggu ini banyak mendapat respon tentang kolam tersebut dan informasinya bisa juga di simak di artikel :
http://pohonbagoes.blogspot.com/2010/07/investasi-kolam-lele-senilai-1-juta.html

ya, memang benar bahwa biaya untuk satu kolam ini sangat murah. 1 juta dan jauh lebih awet dibandingkan dengan terpal, untuk ikan juga lebih sehat dibanding dengan kolam gali. Dan dari informasi sahabat juga bahwa teknologi mirip, juga diterapkan di malaysia. Sangat mengejutkan sekali karena malaysia berhasil mengekspor lele ke Indonesia hanya dengan harga 8000 / kg. terbukti pula sistem ini bisa sangat efisien.

untuk video kolam yang dibuat bisa disimah di bawah ini :


simak juga video terbaru untuk 8 unit kolam :

Senin

1 hektar dengan pupuk 2 ekor sapi

Penggunaan pupuk untuk kayu dan buah sangatlah penting. Untuk memenuhi kebutuhan akan pupuk, maka disiapkan degester untuk mengolah kotoran sapi sehingga dapat difermentasi untuk menjadi pupuk kandang.

Dengan memanfaatkaan sedikit area di kebun untuk kandang, dan bio degester kebutuhan untuk pupuk dapat dipenuhi dengan 2-3 ekor sapi. Selain itu dapat juga digunakan sistem tandon dan saluran air agar proses pemupukan dan penyiraman dapat jauh lebih efisien dan ekonomis

Selasa

menyediakan lele segar



Akhirnya panen lele sudah bisa dilakukan tiap bulan. Siklus lele bisa diatur agar tiap kolam dapat panen 3-4 bulanan. Dengan pengaturan tersebut diharapkan panen bisa dilakukan tiap bulan dengan menyiapkan 12 kolam lele.

Kenapa kok diatur tiap bulan?
Agar harga juga bisa dikendalikan. Pasar selalu mengacu pada supply dan demand. Dengan menggunakan sedikit teknologi, kita dapat menjaga agar tidak terjadi oversupply di pasar yang dapat berakibat jatuhnya harga.

So mari nikmati lele goreng tiap bulan....

Minggu

gmelina super :))



setelah memiliki pengalaman lebih dari 2 tahun menanam gamelina dan pengalaman dalam menanam kayu lebih dari 10 tahun, kami terus berusaha menambahkan teknologi dalam penanaman. Di lahan jembatan murti sitibondo kami menggunakan lobang tanam bor hingga kedalaman 1 meter. Dari lubang tersebut kami isi pupuk dan nutrisi yang cukup untuk pertumbuhan kayu.

Kami juga siapkan saluran air untuk penyiraman secara rutin.

hasil dari teknologi tersebut dalam waktu 4 bulan, ketinggian gamelina (gmelina arborea), atau jatu putih telah mencapai 2,5 meter hingga 3 mater

Di lahan ini juga akan siapkan untuk kandang sehingga untuk pemupukan bisa langsung dengan saluran pengairan yang telah dibuat.

Selasa

teknologi dalam menanam pohon


Dalam fase persiapan penanaman pohon cukup banyak hal yang harus dipertimbangkan. Beberapa hal yang harus dikuasai adalah :
1. Pengetahuan mengenai jenis tanaman yang tepat
2. Mengetahui karakteristik alam di lingkungan kebun
3. Memahami kondisi tanah dan lahan
4. Mengetai potensi alam yang dapat dimanfaatkan seperti matahari, air, pupuk, dll
5. Teknik penanaman pohon yang tepat

dengan menggunakan teknik penanaman bor, di lahan jembatan murti pohon gamelina atau jati putih dalam waktu 4 bulan telah mencapai ketinggian rata-rata 2,5 meter.

Teknik bor ini dibagian atasnya juga dibuat model mangkok agar aliran air dapat lebih terkumpul di dekat akar tunjang. Pemberian pupuk kandang diawal juga disiapkan agar nutrisi pertumbuhan pohon bisa optimal

Senin

panen belimbing terus


Salah satu kelebihan belimbing adalah masa panen yang cukup panjang. 1 pohon belimbing bisa panen sekitar 5-6 minggu, dan periode pembungaan sekitar 12-15 minggu. Dalam masa panen produksi belimbing bisa dipanen hingga 300 kg / minggu.

memang untuk belimbing bakal buah haruslah dibungkus, atau istilahnya di brongsong. Untuk kebun di asembagus digunakan plastik 1-2 kg untuk menghindari bakal buah dimakan lalat. Memang ada artikel lain yang sebaiknya untuk brongsong digunakan kertas karbon, Tapi kami memang belum menemukan supplier dan terkait dengan biaya juga.

Di bulan januari curah hujan cukup tinggi, memang terjadi beberapa kali kerontokan bunga, tetapi berkat pemupukan yang tepat 1-2 minggu kemudian langsung muncul kembali bunga baru,

Silahkan jika pengunjung blog mau mencicipi belimbing yang manis dan segar.....

ada yang mau ikut jualan belimbing juga silahkan lho :)